HOME

This is the example text for title one.

HISTORY

This is the example text for title two.

TEMPLATE

This is the example text for title three.

STATISTIC

This is the example text for title four.

CONTACT

This is the example text for title five.

HELP

This is the example text for title six.

Bersepeda bagi kesehatan


Bersepeda adalah sebuah kegiatan rekreasi atau olahraga, serta merupakan salah satu modal transportasi darat yang menggunakan sepeda. Banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya bukit-bukit, medan yang terjal maupun hanya sekedar berlomba kecepatan saja.

Olahraga bersepeda profesional dinamakan balap sepeda.
Orang yang mempergunakan sepeda sebagai modal transportasi rutin juga dapat disebut komuter. Penggunaan sepeda sebagai modal transportasi rutin tidak hanya dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor non-formal, tetapi juga dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor formal.
Para pekerja di sektor formal yang menggunakan sepeda sebagai modal transportasi rutin ini sebagian besar tergabung dalam komunitas pekerja bersepeda atau yang dikenal dengan nama Bike To Work Indonesia (B2W Indonesia).
Sejarah Sepeda
Siapakah penemu pertama kendaraan beroda dua itu?. Sampai sekarang ini,ber dasarkan the International Cycling History Conference(ICHC), penemu sepeda dianugerahkan kepada Karl von Drais.
Karl von Drais ialah seorang pegawai pada Grand Duke, Jerman. Perlu untuk diketahui bahwa kategori prinsip sepeda pertama ialah prinsip dua roda yang berjalan berdasarkan keseimbangan. Seorang Karl von Drais-lah yang memnuhi kategori ini.
Karl von Drais pernah belajar matematika,fisika dan arsitektur di Universitas Heidelber, pada tahun 1817 mematenkan penemuannya dan diberi nama “Laufmaschine” atau mesin lari. Pada masanya karya ciptaannya dikenal dengan nama “Draisine”. Draisine itu sendiri digerakan dengan kaki yang dipijakan ke bumi. Dalam satu jam “Draisine” dapat menempuh jarak 13 km atau hampir menyamai kecepatan kuda pacu.
“Draisine” terbuat dari kayu dan memiliki bobot 22kg,mempunyai rantai yang mehubungkan antara roda depan dan belakang, dan rem belakang. Lomba pertama denagn sepeda kayu diselenggarakan di Ipswich, Inggris.
Sekitar 50 tahun kemudian ditemukan pedal dan mesin lari itu berganti nama menjadi “Velocipede”. Sekitar tahun 1860-an istilah “sepeda” (bicycle) mulai populer di Prancis dengan nama “le velocipede bicycle”, kemudian berganti nama seperti yang ada sekarang.
Manfaat Bersepeda
Beberapa dari manfaat olahraga bersepeda tersebut antara lain adalah:
  1. Bersepeda dapat membuat tubuh menjadi berenergi dan menjaga bentuk tubuh. Hal ini dikarenakan ketika kita bersepeda, kita melakukan beberapa gerakan yang dapat membentuk, mengencangkan, dan menguatkan serta mengurangi lemak pada otot paha, betis, serta panggul.
  2. Manfaat bersepeda selanjutnya adalah dapat mengurangi selulit pada paha. Bahkan gerakan bersepeda juga dapat menghilangkan stress di daerah lutut hingga pergelangan kaki seperti halnya ketika kita berjalan atau melakukan senam aerobik.
  3. Bersepeda dapat memperlancar proses sirkulasi darah kaya oksigen serta nutrisi menuju seluruh bagian otot di seluruh tubuh.
  4. Manfaat bersepeda selanjutnya adalah dapat menghindarkan kita dari berbagai serangan penyakit. Misalnya diabetes, sebab bersepeda dapat menghindarkan kita dari tekanan darah tinggi dan menurunkan berat badan.
  5. Bersepeda dapat mengurangi stress dan menjaga kesehatan jantung

Efek negatif bisa dialami dalam keadaan apapun. Ini juga termasuk pada efek negatif bersepeda. Saat ini olahraga bersepeda memang sedang booming di dunia, seiring kesadaran umat manusia untuk menjaga bumi yang ditempatinya agar tetap bersih serta mengurangi dampak polusi, sesuai dengan kampanye Go Green yang sering diberitakan beberapa waktu belakangan.
Bersepeda pun tidak hanya dilakukan untuk menyalurkan hobi dan kesenangan belaka, namun juga menjadi salah satu pilihan modal transportasi saat bekerja. Pada artikel sebelumnya tentang Manfaat Ganda Bersepeda ke Tempat Kerja memang cukup banyak bagi kesehatan ternyata efek negatifnya pun tak kalah penting untuk diperhatikan. Apa sajakah itu ?
  • Berdasarkan penelitian, olahraga bersepeda dapat menurunkan kualitas sperma pada pria. Untuk menghindari hal tersebut, usahakan tidak bersepeda selama lebih dari 5 jam dalam satu minggu.
  • Olahraga bersepeda juga memaksa persendian untuk bekerja lebih keras. Maka dari itu, olahraga ini tidak disarankan bagi Anda yang menderita penyakit rematik atau memiliki masalah pada persendian.
  • Bersepeda beresiko mengakibatkan masalah maupun cedera pada tulang punggung, terutama bagi Anda yang hobi bersepeda gunung. Hal tersebut diakibatkan oleh jalur ekstrim yang biasanya ditempuh oleh pengendara sepeda gunung disertai dengan kecepatan yang tinggi seperti melakukan downhill.
  • Olahraga ini juga berpotensi untuk mengakibatkan masalah pada lutut. Hal tersebut diakibatkan oleh gerakan mengayuh yang dilakukan berulang-ulang, terutama bila terjadi peningkatan intensitas. Selain itu, posisi sadel yang kurang tepat juga akan berpengaruh terhadap kondisi lutut serta kenyamanan Anda saat mengayuh.
  • Kaum pria berpotensi mengalami kesemutan pada kemaluan akibat adanya iritasi pada kulit kemaluan yang disebabkan oleh terlalu lamanya penggunaan sadel. Selain itu, saat mengayuh juga akan menimbulkan gerakan-gerakan yang mengakibatkan suhu panas di sekitar kemaluan yang akan membuat kulit kemaluan mudah lecet.
  • Efek negatif bersepeda pun tidak hanya mengancam kaum pria, namun kaum wanita pun bisa mengalaminya. Gerakan mengayuh saat bersepeda dapat mengakibatkan gesekan pada kemaluan mereka yang dapat mengakibatkan penurunan sensitivitas. Dengan begitu, Anda perlu mengurangi efek negatif tersebut dengan menggunakan sadel yang lembut.
  • Kaum wanita juga sebaiknya menghindari olahraga bersepeda ekstrim seperti downhill atau free-riding, karena hentakan dan guncangan yang terjadi selama melakukan hal ekstrim tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kemaluan serta rahim. Anda juga dapat menggunakan korset untuk mencegah guncangan saat bersepeda. Karena meskipun Anda bersepeda di jalanan yang rata, mungkin saja di suatu tempat tertentu terdapat jalan yang jelek atau Anda harus memotong jalan melewati jalanan yang tidak rata untuk menghindari macet serta polusi.
Walaupun efek negatif yang telah dijelaskan di atas, bukan berarti dengan membaca artikel ini Anda mengurungkan niat untuk melakukan olahraga bersepeda. Asalkan dilakukan dengan benar dan sesuai anjuran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar